Rabu, 12 Maret 2014

Taklim Ar-Ridho: Keutamaan Ilmu dan Ulama


SETIAP minggu pertama atau kedua pada tiap bulan, Majelis Taklim Ar-Ridho digelar untuk menjadi sumber ilmu bagi komunitas lintas angkatan Ikatan Alumni SMAN 8F_79. Dan meski kenyataannya majelis ilmu itu seringkali tak seramai pesta ulang tahun, namun majelis taklim ini tetap istiqomah diselenggarakan oleh pengurusnya. Karena dalam menuntut ilmu, ukurannya bukan pada sedikit atau banyaknya orang yang menghadiri, melainkan seberapa besar minat dan kesungguhannya. Dan kemuliaan sebuah majelis ilmu, bukan pula ditentukan oleh banyaknya orang yang datang belajar di dalamnya, akan tetapi seberapa bermanfaatnya ilmu yang diajarkan di sana. 

Sebagai majelis taklim yang diperuntukkan bagi warga ikatan alumni lintas angkatan, maka tempat pelaksanaannya pun ditetapkan di Masjid SMAN 79, dengan harapan semua alumni, dan juga siswa yang masih belajar di SMAN 79, tak merasa segan untuk datang, karena di wilayah yang merupakan wilayah mereka bersama. Namun demikian, apabila ada jamaah yang ingin menyelenggarakannya di rumahnya, itu boleh-boleh saja, asalkan sekali-sekali saja. Dan bulan depan, April 2014, rencananya akan diselenggarakan di rumah ketua pengurusnya, Zaenal Minang, sambil membuat acara santunan untuk anak yatim, piatu, dan dhuafa, bekerjasama dengan komunitas gerakan moral Recehan untuk Indonesia, serta Komunitas Alumni SLTA DKI Jakarta. 

Silaturahim, ramah-tamah, sambil mamah-mamah
Majelis taklim kalau dibarengi dengan silaturahim, apalagi ada waktu buat berramah-tamah, pasti ada tersedia hidangan untuk dimamah-mamah. Minimal minuman dan kue-kue. Di Majelis Taklim Ar-Ridho, bagian itu selalu ada. Silaturahim dengan guru, berramah-tamah dengan sesama jamaah, sambil mengopi dan mengemil. Makanya kalau ada taklim, pasti selalu ada saja jamaah yang datang dengan membawa hidangan, baik berupa minuman maupun makanan.

Dalam taklim hari Minggu kemarin, 9 Maret 2014, hidangannya lumayan seru. Minumannya, yang tak pernah absen, kopi panas dan air minum kemasan. Bintang tamunya, es cendol. Makanannya, kali ini yang datang adalah rempeyek, lontong isi (arem-arem), kue lapis, dan risoles.

Jamaah yang datang sebelum waktu Dzuhur, akan sempat ngopi-ngopi dulu sambil berbincang dengan ustadz atau pun jamaah lainnya. Tentunya di samping ngopi, boleh juga mencicipi es cendol dan makanan kecil yang tersedia. Kalau sudah masuk waktu Dzuhur, jamaah segera pergi berwudhu, untuk kemudian sholat berjamaah dengan diimami oleh Ustadz Abu Ridho. Setelah sholat Dzuhur, taklim segera  dimulai. 

Tentang Keutamaan Ilmu dan Ulama
Materi taklim kali ini adalah pembahasan hadits mengenai keutamaan ilmu dan ulama. Ustadz Abu Ridho menyampaikan sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud yang dikenal amat dekat dengan Rasulullah, karena selalu mendampinginya ke mana pun pergi. Rasulullah SAW berkata kepada Ibnu Mas’ud RA : ”Wahai Ibnu Mas’ud, dudukmu selama satu jam pada sebuah majelis ilmu, tanpa menyentuh pena dan tanpa menulis satu hurup pun, itu lebih baik daripada memerdekakan seribu budak. Dan kamu melihat wajah seorang alim satu kali, adalah lebih baik daripada seribu kuda yang kau sedekahkan di jalan Allah. Dan ucapan salammu pada seorang alim satu kali, pahalanya lebih baik dari pada beribadah selama seribu tahun.”

Secara ringkas, penjelasan Ustadz Abu Ridho mengenai materi taklim ialah, bahwa ilmu adalah yang utama. Dengan ilmu maka seseorang akan bisa mencapai derajat yang tinggi, bahkan menjadi ulama. Artinya seseorang hanya mungkin mencapai predikat ulama apabila dia kaya akan ilmu. Dan untuk memperoleh ilmu, tentunya seseorang harus rajin menghadiri majelis ilmu. Nah, apa majelis ilmu itu sebenarnya? Ternyata, kata Ustadz Abu Ridho, majelis ilmu adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang dihadiri oleh guru dan murid secara langsung. Jadi, kalau kita menonton kuliah Subuh di televisi, itu bukan majelis ilmu. Karena kita tidak berhadapan langsung secara fisik dengan Sang Guru.

Jadi, mari kita rajin ke taklim, ke majelis ilmu, supaya derajat hidup kita dimuliakan oleh ilmu yang kita peroleh dari sana. Dan jangan lupa, silaturahim memperpanjang umur dan meluaskan rejeki....