Senin, 01 September 2014

Cerita Jaya Suprana bikin jengkel pendeta karena Gus Dur

MERDEKA.COM. Jaya Suprana mengaku sangat mengagumi KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur meski berbeda keyakinan. Ibaratnya, Jaya rela masuk neraka jika ada Gus Dur di neraka.

"Betapa saya kagum pada Gus Dur, betapa saya penuh harapan pada Gus Dur," katanya saat menjadi pembicara Muktamar PKB 2014 di Surabaya, Minggu malam (31/8).


Jaya menceritakan, ketika Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 lalu, dia sangat berharap, suami Sinta Nuriyah Wahid itu mendapat tempat laik di sisi Tuhan.

"Di agama saya (Kristen) ada kepercayaan, kalau ingin masuk surga, harus percaya pada nabi kita, Yesus Kristus, itu ajaran agama kami. Saya kan bingung, sahabat saya (Gus Dur) kan bukan pemeluk agama saya," jelas Jaya.

Dia sempat bertanya dalam hati, apakah Gus Dur masuk surga? Karena ragu, Jaya mendatangi pendeta untuk berkonsultasi.

"Saya tanya ke pendeta saya: Apakah Gus Dur bisa masuk surga? Lah kalau Gus Dur masuk surga ya gimana wong ajarannya begitu (beda agama), kalau gak masuk surga ya gimana? Saya kejar jawaban itu, akhirnya dia (pendeta) jengkel," cerita Jaya.

Tak mendapat jawaban pasti, akhirnya Jaya menyimpulkan sendiri. Katanya, dia memberi dua kesimpulan berdasarkan versi dia sendiri.

"Akhirnya saya ambil kesimpulan, ada dua kemungkinan, kalau gak masuk surga ya jadi setan gentayangan. Masuk neraka kan, waduh saya bingung. Kemudian saya bilang ke pendeta, kalau saya mau masuk neraka saja. Loh kok, kata si pendeta bingung," tutur Jaya.

Karena kerap dibuat Bos Jamu Jago itu bingung, terlebih dengan pertanyaan soal kematian Gus Dur itu, si pendeta memaki Jaya. "Dia (pendeta) bilang, kalau saya gila. Banyak orang ingin masuk sorga saya kok malah mau masuk neraka. Ya saya bilang ke pendeta, kalau saya masuk surga, saya bersama orang-orang seperti Anda, sama-sama bingung," jelas dia.

"Sedangkan kalau masuk neraka saya bersama orang-orang baik seperti Gus Dur," tambah Jaya.