Minggu, 07 September 2014

Aurat murah gadis muslimah

MERDEKA.COM. Setelah menunggu setengah jam di pelataran Menara Tulip, apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, dari kejauhan muncul seorang perempuan berjilbab dan berbaju hangat serba hitam dipadu celana jins biru. Dia celingak-celinguk lalu mengirim pesan lewat WhatsApp dari areal taman khusus penghuni apartemen.

"Pakai baju apa? tanya gadis berinisial FK. Saya sudah melihat kehadirannya dari jauh langsung menghampiri.

Setelah bertemu, FK dengan wajah berlapis kosmetik tebal mulai mengajak masuk ke area akses apartemen. Dia kemudian menekan nomor 10 dan lift langsung merangkak naik. Sepuluh langkah sehabis keluar dari lift, kami tiba di kamar hunian FK.

"Maaf agak kelamaan, aku tadi baru bangun tidur langsung mandi jadi nggak lihat telepon," kata FK kepada merdeka.com di kamarnya Kamis pekan lalu.

Apartemennya berjenis studio seluas 18 meter persegi terdiri dari satu kamar mandi dan sebuah dapur dekat balkon. Kamarnya dilengkapi mesin penyejuk udara, televisi layar datar berukuran 32 inchi, dan kulkas setinggi pinggang orang dewasa berisi dua botol air kemasan tersegel serta sekotak minuman ringan.

Di tengah ruangan terdapat ranjang ukuran dua orang dilapisi seprai bergambar kartun spongebob. Dua bantal dan satu guling menemani FK tidur saban malam. Di dekat kamar mandi ada lemari pakaian saat itu pintunya sedikit terkuak memperlihatkan koleksi pakaian dan jilbab milik FK.

"Ini kalau mau minum, terus kalau mau mandi-mandi dulu handuknya sudah ada di dalam," ujar FK.

FK tidak pernah menerima lelaki hidung belang sembarangan. Dia mesti mengenal dulu calon pelanggannya. Butuh beberapa hari untuk meyakinkan pria genit merasakan sensasi bercinta dengan gadis berjilbab ini. "Semuanya terserah aku. Kalau nggak cocok aku pulangin uangnya," tutur wanita seperempat abad ini.

Saya membenarkan klaim FK sungguh sulit mencari pelacur berjilbab. FK mengaku hanya membuka layanan jika butuh fulus. Untuk bermain sejam pelanggan mesti merogoh RP 700 ribu. "Buat setor uang muka minimal Rp 300 ribu, sisanya habis kencan," kata FK.

Penampilan kadang menipu. Dalam balutan jilbab rapih nan menawan, FK kelihatan seperti muslimah saleha. Ternyata dia sebenarnya cuma perempuan murahan dan gampangan.