Senin, 18 Agustus 2014

Cara Kristiani Tangkal ISIS di Media Sosial

TEMPO.CO , Jakarta:Pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menguasai banyak kota di Irak. Kelompok esktrimis pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi ini secara brutal membantai siapa saja yang menghalangi mereka, baik tentara atau warga sipil sekalipun. Umat Kristen berbondong-bondong keluar dari salah satu kota terbesar di Irak, Mosul, yang telah dikuasai gerilyawan ISIS.(Baca:ISIS Kubur Hidup-hidup Anak dan Perempuan Yazidi)

Umat Kristen diberikan opsi tidak mengenakkan: boleh tetap tinggal di Mosul dengan membayar pajak khusus, pindah agama, meninggalkan kota itu, atau dibunuh. Dalam dua pekan terakhir, di rumah-rumah umat Kristen di Irak diberi tanda huruf "N" yang berarti "Nazareth", istilah yang mengacu pada orang-orang Kristen. Meski begitu, ISIS belum mengambil tindakan lebih lanjut. (Baca:Tahanan ISIS Ancam Bunuh Pastor AS di Iran)
Atas hal ini, timbul gerakan kampanye di media sosial untuk menentang perbuatan ISIS. Banyak orang di dunia maya memasang foto profil huruf Arab, ‘Nun’ di akun Facebook dan Twitter mereka. Gerakan ini cukup mendunia termasuk di Indonesia. (Baca:Diultimatum ISIS, Umat Kristen Tinggalkan Mosul)
Salah satu pemilik akun Facebook, Mawar Kusuma, mengaku memasang foto profil huruf ‘Nun’ di Facebook-nya sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan umat kristiani di Irak dan Suriah atas perbuatan ISIS. »Lebih kepada solidaritas terhadap teman-teman yang mengalami kekerasan di Irak oleh ISIS,” kata Mawar ketika dihubungi pada Jumat 15 Agustus 2014.
Mawar sudah memakai foto profil ini sejak berita perampokan dan pembunuhan terjadi terhadap orang-orang yang di pintu rumahnya ditandai huruf  tersebut. »Beberapa teman sudah menggunakannya sebagai foto profil juga,” ujar dia.
Mawar sendiri adalah seorang kristiani yang merasa prihatin dengan penderitaan umat Nasrani di Irak.  Namun, ia tak membenci agama tertentu, melainkan kelompok esktrimis ISIS. (Baca:ISIS Bersumpah Hancurkan Kabah Jika Kuasai Mekah )
Pemilik akun Facebook Jhonny Sitorus juga memakai foto profil huruf Nun sejak 7 Agustus 2014 lalu. Jhonny pertama kali melihat lambang tersebut setelah kawannya, seorang pendeta memasangnya. Ia pun melakukan riset. »Mereka membunuh setiap orang Kristen yang tidak mau mengikuti aturan versi mereka. Pintu atau dinding rumah penganut Kristen dibubuhi lambang ini sebelum dibunuh,”  ujar Jhonny.
Menurut Jhonny, tujuannya memasang lambang itu untuk memompa semangat penganut Kristen lain agar tak takut menghadapi ISIS dimanapun mereka tinggal. Sejauh ini, ada sekitar sepuluh temannya yang menggunakan foto profil serupa. »Sebagai penganut Kristen, prinsip hidup yang utama adalah kasih. Tak ada gunanya membalas kekerasan dengan  kekerasan.” (Baca:Pengikut ISIS Diyakini Bukan Kombatan Afganistan)
PRIO HARI KRISTANTO